Perjalanan Untuk Menemukan Diri Ku, Sekali Lagi
Belum selesai rasa sakit ku atas kehilangan mu hidup menghadiahi ku dengan duka baru, seseorang yang telah mengenalku seumur hidupku pergi memeluk keabadian-Nya, tidak mudah untuk ku terima meskipun ini bukan pertama kalinya. Memang mungkin manusia tidak akan pernah terbiasa akan hal-hal yang membuatnya terluka meskipun itu semua adalah sebuah kepastian yang sudah ditetapkan oleh Pencipta. Semua itu membuat ku seperti selongsong kosong yang hidup hanya karena belum saatnya saja, tubuh ku masih bekerja, hari ku pun masih berjalan seperti biasa tapi aku tidak sungguh hadir di sana, kesadaran ku akan hidup entah sedang pergi kemana. Hidup memang perihal merelakan sambil menunggu giliran, tapi untuk saat ini semua terasa begitu menyesak-kan. Sudah tidak ada air mata yang tersisa, hal-hal kecil yang biasanya membuat ku bahagia kini terasa biasa saja, bahkan untuk sekedar melihat makna saja aku sudah buta, sudah tidak ada apapun yang tersisa hanya ada kehampaan yang luar biasa. Sunggu...



